Kemarin tanggal 1 Januari, milyaran orang di berbagai belahan dunia merayakan Tahun Baru 2012.Tiupan terompet dan ucapan "Selamat Tahun Baru" atau "Happy New Year", berkumandang dimana-mana. Pesta Tahun Baru berlangsung di berbagai tempat. Perayaan Tahun Baru memang telah menjadi bagian dari seluruh lapisan masyarakat tanpa memperhatikan strata sosial maupun latar belakang agama. Semua orang membaur dalam suasana sukacita dalam harapan akan hidup yang lebih baik di tahun yang baru.Banyak resolusi dibuat, banyak asa dan cita-cita digantungkan untuk tahun yang baru saja menjelang. Namun, meskipun selalu dirayakan setiap tahun, masih banyak juga orang yang belum mengetahui sejarah atau kisah di balik perayaan Tahun Baru tersebut. Apa sebenarnya yang menjadi dasar atau awal mula perayaan Tahun Baru?
Sebenarnya, perayaan Tahun Baru adalah yang tertua di antara hari-hari libur lainnya yang diakui secara internasional. Penelusuran akan awal mula perayaan Tahun Baru membawa kita kembali ke zaman kerajaan Babilonia Kuno, sekitar 4000 tahun lampau. Pada sekitar tahun 2000 SM, Tahun Baru Babilonia mulai dirayakan bertepatan dengan dimulainya Bulan Baru (New Moon) yang pertama yang ditandai dengan nampaknya bulan sabit yang pertama setelah peristiwa Vernal Equinox (hari pertama musim semi).
Awal musim semi adalah waktu yang logis untuk memulai sebuah tahun baru. Betapa tidak, saat itu adalah musim kelahiran kembali, musim menanam tanaman yang baru, dan musim bagi berbunga bagi tumbuhan. sebaliknya, tanggal 1 Januari, yang kita rayakan sekarang ini sebagai tahun baru, tidak memiliki suatu signifikansi astronomis atau agrikultural apapun, melainkan benar-benar suatu tradisi yang arbitrer (tanpa dasar yang kuat). Perayaan Tahun Baru Babilonia ini berlangsung selama sebelas hari, dan masing-masing hari memiliki bentuk perayaannya sendiri yang khusus.
Belakangan, Bangsa Romawi meneruskan tradisi Tahun Baru pada bulan Maret ini, namun pada saat bersamaan perubahan perhitungan kalender mereka yang terus-menerus sebagai akibat dari berganti-gantinya para penguasa atau kaisar menyebabkan kalender tersebut tidak sinkron lagi dengan matahari.
Untuk menyelesaikan kisruh ketidakcocokan kalender tersebut, maka pada tahun 153 SM, Senat Romawi menetapkan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun baru. Meskipun demikian, kekisruhan berlanjut hingga Julius Caesar, pada tahun 46 SM menetapkan apa yang kemudian dikenal sebagai Kalender Julian. Kalender ini tetap menempatkan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun baru, namun supaya kalender ini benar-benar bisa sinkron dengan matahari, Julius Caesar perlu mengubah perhitungan tahun sebelumnya menjadi lebih panjang, sehingga mencapai 445 hari.
Meskipun pada abad-abad pertama Masehi bangsa Romawi tetap melanjutkan perayaan tahun baru, Gereja saat itu mengutuk perayaan tersebut karena dianggap sebagai ritual pagan (penyembahan berhala). Tapi di kemudian hari, ketika agama Kristen menjadi semakin berkembang, Gereja mula-mula mulai memiliki pandangan religius sendiri mengenai beberapa tradisi pagan yang berlangsung di masyarakat, dimana salah satunya adalah perayaan Tahun Baru. Walaupun demikian,bagi beberapa denominasi tertentu, perayaan Tahun Baru dipandang sebagai bagian dari memperingati peristiwa Penyunatan Kristus. Pada Abad Pertengahan, Gereja tetap dengan pendiriannya yaitu menolak perayaan tahun baru. Baru pada 400 tahun belakanganlah tanggal 1 Januari dirayakan sebagai hari libur oleh bangsa-bangsa Barat.
Salah satu tradisi penting dari perayaan Tahun Baru adalah membuat resolusi-resolusi untuk tahun baru. Tradisi ini juga bermula dari bangsa Babilonia Kuno. Resolusi-resolusi masa kini bisa saja berupa mengurangi berat badan atau berhenti merokok. Tahukah anda apa resolusi tahun baru yang paling populer saat itu? Resolusi yang paling umum dari orang-orang Babilonia Kuno ialah mengembalikan alat-alat pertanian yang mereka pinjam. Selamat Tahun Baru.(EL) Dihimpun dari berbagai sumber
Hal yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang kita berada di abad 21 yang penuh dengan tantangan. Arus globalisasi yang semakin membuat segala sesuatunya menjadi dekat dan seakan dunia ada dalam dekapan kita. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan di balik itu juga mengakibatkan beberapa masalah baru yang sangat serius. Dunia pendidikan yang merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu bangsa juga tersentak dengan segala kemajuan ini karena bagaimanapun dunia pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan dunia barat (Eropa, USA dan sekitarnya) selalu menjadi acuan dalam perkembangan dan kemajuan termasuk dalam era globalisasi. Secara khusus dalam menghadapi abad 21 negara-negara di Eropa, USA dan sekitarnya melihat dan mempersiapkan generasi mereka dengan model pendidikan yang mampu menjawab tantangan ke depan yang sulit diprediksi dan model pendidikan tersebut adalah pendidikan entrepreneur.
Apa yang dimaksud dengan pendidikan entrepreneur ? Asumsi umum yang berkembang pendidikan entrepreneurship adalah pendidikan yang mengarahkan siswa untuk mengerti tentang pengelolaan bisnis dengan baik. Asumsi tersebut tidaklah salah tetapi hal tersebut cenderung sempit memahami esensi entrepreneur. Thomas W Zimmerer (dalam Tulisan Drs.Indarto) mengartikan pendidikan entrepreneur sebagai penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pendidikan entreneur akan mengarahkan siswa untuk menjadi kreatif dan inovatif dan jeli dalam melihat setiap peluang. Dalam penerapannya siswa dibiasakan untuk menjadi manusia yang kreatif, inovatif atau dengan kata lain siswa dibiasakan untuk menciptakan budaya entrepreneur, sehingga kelak mereka mampu bersaing di era yang penuh tantangan. Kaitannya dengan pendidikan selama ini dan abad 21, ada beberapa fakta yang sederhana : • Era globalisasi menuntut semuanya serba instan, sehingga beberapa kebutuhan manusia cukup dipenuhi atau dilayani oleh alat-alat canggih (robot, ATM, alat elektronik lainnya) bukan manusia, atau dengan kata lain peranan manusia diganti oleh teknologi, sementara jumlah lulusan dari sekolah atau perguruan tinggi semakin meningkat dan mereka hanya dipersiapkan untuk menjadi pekerja, sehingga terjadi ” pengangguran” • Peranan teknologi dalam semua bidang semakin merambah dan selalu up to date, serta menuntut kreasi/ inovasi yang terbaru. • Pengelolaan organisasi/instansi yang semakin professional.
Seperti apa pendidikan entrepreneur? Ada beberapa model yang dikembangkan di negera-negara maju, namun dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan model yang dikembangkan oleh Sekolah Kristen Gamaliel Makassar yang dalam pengembangannya diadopsi dari Univerisitas Ciputra (Ciputra Entrepreneurship Centre). Sekolah Kristen Gamaliel yang dikelola oleh Komisi Pendidikan GKI Makaassar tentu dalam kegiatan pembelajaran tidak lepas dari kurikulum nasional (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan setelah dianalisa sesuai dengan otonomi pendidikan yang diatur dalam UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, maka Sekolah Kristen Gamaliel mengembangkan KTSP yang mengintegrasikan pendidikan entrepreneur. Untuk membiasakan anak bertumbuh dalam kreasi dan inovasi maka digunakan model atau siklus belajar yang dimulai dari tahapan Exploring, Planning, Doing, Comunicating, dan Reflecting. o Tahap explorasi siswa akan belajar mengenai beberapa konsep sesuai dengan materi pada masing-masing mata pelajaran yang dilakukan dengan menggali beberapa sumber (buku ,guru, narasumber, lingkungan, kunjungan ke lokasi, dll) untuk mendapatkan inspirasi. o Tahap planning, siswa akan merencanakan bentuk kreasi/inovasi dari fokus materi yang telah dipelajari dengan membuat beberapa perencanaan untuk mencapai hal yang telah ditargetkan. o Tahap doing, siswa melakukan hal yang telah direncanakan o Tahap communicating, siswa melakukan komunikasi kepada komunitas (teman kelas, guru, orang tua, komunitas sekolah dan masyarakat) untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari karya yang dibuat dan diinovasikan. o Tahap reflecting, siswa mengevaluasi apa kelebihan dan kekurangan dari hal yang telah dilakukan dan membuat rekomendasi untuk perbaikan ke depan.
 Bagimana pelaksanaan dan dampak selama ini di SMP Kristen Gamaliel?
Sejak tahun pelajaran 2008-2009 Sekolah Kristen Gamaliel Makassar secara serempak (TK, SD, SMP, SMA) menerapkan model pendidikan ini, dan memang terasa bahwa model ini sangat menarik untuk dikembangkan. Tujuan pendidikan yang holistik lewat model ini dapat terindikasi dan tercapai. Pengakuan dari beberapa pihak terlepas dari siswa dan guru seperti orang tua, Dinas Pendidikan, Badan Akredistasi Propinasi dan Nasional, Kementrian Pendidikan, sekolah – sekolah di luar Sulawesi Selatan (Penabur, Gamaliel Palu), semuanya merasa kagum dan menyatakan bahwa ini adalah model yang terbaik dan perlu terus dikembangkan untuk menciptakan generasi abad 21 (manusia yang kreatif iniovatif dan berkarakter) untuk menjadi garam dan terang bagi dunia. (YOS, Sie Kurikulum SMP Kristen Gamaliel Makassar)
Tidak terasa tahun pelajaran 2011 – 2012 telah 3 bulan berjalan. Dalam 3 bulan inipun telah banyak yang dilakukan dan dialami oleh peserta didik bersama guru – guru. Ada perkembangan kearah yang lebih baik, yang dapat dilihat dari perkembangan sikap perilaku, skill (berbahasa, fisik/motorik, kognitif), moral dan agama peserta didik.
Untuk mengkomunikasikan hal tersebut di atas kepada orang tua peserta didik maka sekolah mengadakan kegiatan penerimaan hasil belajar (student report) yang dilakukan secara serentak pada Senin, 31 Oktober 2011 mulai pukul 07.30 – 13.00 wita. Dalam kegiatan ini sekolah mengharapkan orang tua dapat hadir (tidak diwakili) dan setiap orang tua diberi waktu 10 menit untuk menerima informasi dari guru kelas tentang hasil perkembangan belajar putra/i mereka. Dalam pertemuan ini ada kesepakatan orang tua dan guru untuk hal-hal yang menjadi target bersama bagi perkembangan anak selanjutnya.
Kami bersyukur karena kehadiran orang tua dalam kegiatan ini mencapai 98% ( 2% karena orangtua ke luar kota) dan memberi respon yang sangat baik. Melihat hal di atas, kami berharap seluruh orang tua dapat hadir pada kegiatan penerimaan rapor di bulan Desember 2011 yang akan datang. (TRA)

Sabtu, 8 Oktober 2011 menjadi hari yang penuh sukacita bagi keluarga besar Sekolah Kristen Gamaliel, khususnya unit SMA karena gedung baru yang telah rampung pengerjaannya akan diresmikan. Peresmian ini dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan Sekolah Kristen Gamaliel, Badan Pengurus dan Pelaksana Komisi Pendidikan GKI Makassar yang sebagai pengelola sekolah, Majelis Jemaat GKI Makassar, para Hamba Tuhan GKI Makassar, serta undangan-undangan lain. Acara ini mengambil tempat di SMA Kristen Gamaliel, Jl.Ince Nurdin No.43 Makassar, dan dimulai sekitar pukul 11.00 WITA diawali dengan pengguntingan pita oleh Pdt. John Parengkwang dan Pdt. Immanuel The sebagai perwakilan dari Majelis dan Hamba Tuhan GKI serta Bapak David Lie sebagai Ketua Komisi Pendidikan.
 Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan ibadah syukur yang menga mbil te mpat di aula baru SMA yang terletak di lantai empat. Ibadah ini dipimpin oleh Ev. Paul Philips Jadi dari unit SMA sebagai liturgis, dan pembawa Firman Tuhan Pdt. Immanuel The, M.Div. Dalam khotbahnya, Pdt. Immanuel yang juga merupakan Ketua Badan Pelaksana Komisi Pendidikan menyampaikan tentang mengucap syukur senatiasa dalam segala hal. Pada kesempatan ini juga tampil paduan suara dan vocal group dari unit TK-SMA yang membawakan pujian mereka sebagai ungkapan syukur atas berkat penyertaan Tuhan.
Setelah itu, hadirin mendengarkan kata-kata sambutan yang dibawakan oleh dr. Paulus Kurnia selaku Ketua Majelis GKI Makassar dan Bapak David Lie selaku Ketua Komisi Pendidikan. Dalam sambutannya, keduanya selain mengucapkan selamat karena gedung baru sudah diresmikan, juga mengingatkan akan tangggung jawab sekolah untuk menyeimbangkan an tara fasilitas yang ada dengan peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu mereka juga mengingatkan agar semua warga sekolah, khususnya SMA untuk senantiasa menjaga dan memelihara fasilitas yang sudah disediakan.

 
Acara akhirnya ditutup dengan santap siang bersama, yang mengambil tempat di lantai dasar gedung baru, tepatnya di lokasi kantin sekolah. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan nampak dalam acara ramah tamah tersebut. Selamat kepada SMA Kristen Gamaliel, terus maju dan berkarya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia demi kemulian nama-Nya. (red) 
  
Selasa (20/9) telah berlangsung pemilihan pasangan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Kristen Gamaliel periode 2011-2012. Pemungutan suara dilaksanakan secara langsung oleh seluruh siswa dan mengambil tempat di aula sekolah. Para siswa menentukan pilihan mereka di bilik suara secara bergiliran. Adapun para pasangan kandidat yang bertarung dalam pemilihan ini ada tiga pasangan yaitu Ivander Jonathan Ponto dan Swandy Wisang, Phie Fenny dan Stephanie Timisela, serta Marcio Tahalele dan Bill Evans. ketiga pasang kandidat ini sendiri telah melakukan kampanye seminggu sebelumnya dengan visi dan misi masing-masing yang walaupun berbeda semuanya tetap bertujuan untuk kemajuan sekolah. Hasil akhir penghitungan suara menempatkan pasangan MarcioTahalele - Bill Evans sebagai pemenang dengan perolehan 128 suara. Dua pasang kandidat lainnya harus puas dengan berada di urutan kedua dan ketiga yakni Phie Fenny -Stephanie Timisela dengan 103 suara dan Ivander-Swandy dengan 85 suara. Sedangkan suara yang dinayatakn tidak sah adalah 47 suara. Pelantikan pengurus OSIS yang baru sendiri rencananya akan dilaksanakan pada hari Senin, 26 September bertepatan dengan upacara bendera. (Red)
   
  

Dewasa ini, pertumbuhan professional sudah menjadi kebutuhan yang terelakkan dari setiap orang yang bekerja di bidang masing-masing. Demikian juga dengan para guru yang bekerja di lingkungan Sekolah Kristen Gamaliel, khususnya di unit SMA. Pertumbuhan professional yang dialami guru diharapkan dapat memberi dampak yang positif bagi peningkatan kinerja mereka. Menyikapi hal ini, maka Komisi Pendidikan GKI yang diwakili oleh Badan Pelaksana memberikan sosialisasi mengenai penyusunan Professional Goal (PG) kepada guru-guru dan karyawan SMA Kristen Gamaliel untuk menyamakan persepsi dan memperbaharui paradigma yang ada selama ini mengenai PG. 
Kegiatan ini berlangsung seusai sekolah yaitu pada jam 14.00-15.00 WITA dengan narasumber Drs. Indarto selaku Kepala Bagian Kurikulum dan Teknis Pendidikan Sekolah Kristen Gamaliel. Turut hadir dalam kesempatan ini Yehezkiel F.Mamesah, S,Th dan Ibu Ani Padele sebagai bagian dari Badan Pelaksana. Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMA Kristen Gamaliel, dan dilaksanakan di salah satu ruang kelas. Kegiatan semacam ini juga akan dilaksanakan di unit-unit kerja lain yaitu SMP, SD, dan TK, masing-masing dengan jadwal yang berbeda, namun diharapkan bahwa sosialisasi ini dapat memperjelas tujuan penyusunan PG dan juga teknis pelaksanaannya. (red)
 
Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there.” – Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana. Johni Pangalila
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.”
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.
Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D’Angelo menegaskan, “Don’t fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.
Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.
Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*
Sumber: Keberanian Yang Dapat Mengubah Kehidupan, Andrew Ho via Resensi.net
Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 3-4 Agustus 2011 Komisi Pendidikan dan Tim Pimpinan Unit dari TK-SMA yang diikuti 25 orang mengadakan workshop karakter. Dan hasil workshop tersebut merumuskan budaya “Bersesapa” yaitu Bersih, Senyum, Salam, dan Sapa dengan tulus. Bersih dari kata, bersih dari pikiran, dan bersih dari hati yang kotor. Berbicara tentang karakter, maka perlu diketahui beberapa pengertian berikut ini: - Karakter adalah watak, tabiat, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan / nilai (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara : pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. - Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil.- Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai perilaku (karakter) kepada warga sekolah yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi pribadi yang memiliki penyerahan diri pada Tuhan. Disamping berbicara tentang pendidikan karakter dalam workshop tersebut, para tim karakter bersama-sama berkomitmen membudayakan 3S secara serempak di setiap unit yang dimulai pada hari jumat hingga saat ini. (YFM)
   
MOS bukan lagi tempat perpeloncoan.MOS bukan lagi ajang penindasan yang sewenang-wenang. Oleh karena itu,MOS tidak lagi menjadi “momok” bagi para calon siswa baru yang akan membuat mereka stress, takut atau trauma untuk masuk pada sekolah tertentu. MOS sebagai aktivitas rutin tiap sekolah ,kini hadir dalam nuansa dan warna yang berbeda.Guru bersama dengan pengurus OSIS, melakukan berbagai persiapan demi kelancaran kegiatan tersebut. SMA Kristen Gamaliel berusaha semaksimal mungkin agar para siswa baru merasa nyaman dan enjoy dengan seragam dan kedisiplinan yang diberlakukan.  SMA Gamaliel dengan kultur yang mengedepankan karaktrer dengan pola pembelajaran entrepreneurship, membina dan mempersiapkan calon peserta didik yang berkualitas melalui Masa Orientasi Siswa yang dikenal dengan MOS. 140 calon siswa SMA Gamaliel, yang datang dari sekolah yang berbeda dibekali melalui pendalaman materi yang dilakukan selama enam hari yaitu tanggal 11-16 Juli 2011.Pendalaman materi dimaksudkan demi mencapai visi dan misi sekolah.Adapun materi yang disajikan dalam MOS yakni: Character Building,Tata Krama,PBB, Cara belajar, Lagu-lagu nasional,hak dan kewajiban, Wawasan Entrepreneur, dan yang tak kalah pentingnya adalah memperdalam kerohanian siswa melalui ibadah setiap awal dan akhir kegiatan.Talent eksploring juga dijadwalkan guna melihat dan menggali bakat-bakat dan potensi keterampilan yang dimiliki oleh siswa baru.Talenta-talenta yang muncul, tentunya akan diarahkan untuk lebih dipermahir pada setiap pengembangan diri yang juga merupakan bagian dari materi pelajaran.Dan di penghujung kegiatan MOS, acara yang tidak kalah seru dan menarik adalah Bina akrab. Setiap kelas didampingi oleh pengurus OSIS, ditugaskan untuk mengisi acara tersebut.Beragam talenta bermunculan dan dipertunjukkan pada acara Bina Akrab. Kalau dulu MOS lebih bersifat perloncoan, sekarang merupakan wadah untuk memperkenalkan kehidupan dan lingkungan sekolah dan remaja. .Kegiatan MOS lebih diarahkan kepada penanaman nilai-nilai positif, mencari bakat dan potensi-potensi baru yang nantinya lebih ditingkatkan melalui kegiatan pengembangan diri.Keakraban anatara siswa baru dengan kakak-kakak pengurus OSIS serta para guru mulai terbina.Bernyanyi, berjoget tertawa larut dalam suasana kebersamaan di sekolah. (Yos)

 
 

|